SISTEM INFORMASI MANAJEMEN
DECISION
SUPPORT SYSTEM (DSS)
Di susun Oleh:
Nama: Yulia
sufardi
NPM : 43A87006180348
Kelas: S1/TI/K/P/03
SEKOLAH
TINGGI MANAJEMEN INFORMATIKA DAN KOMPUTER STMIK BANI SALEH
KATA PENGANTAR
Assalamuálaikum wr.wb
Puji syukur kehadirat Allah SWT yang telah
melimpahkan Rahmat serta Karunia-Nya, sehingga kami dapat menyelesaikan makalah
ini dengan penuh kemudahan. Tanpa pertolongan-Nya mungkin kami tidak akan
sanggup menyelesikan dengan baik dan mudah.
Makalah ini yang berjudul “Decision Support
System”guna untuk memenuhi salah satu tugas Mata Kuliah system informasi manajemen.
Penghargaan yang tulus dan ucapan terima kasih penulis sampaikan kepada Bapak Ndaru
ruseno M.Kom selaku dosen pembimbing Mata Kuliah sistem informasi manajemen,
yang telah memberikan arahan, petunjuk dan bimbingan yang berharga selama
penyusunan makalah ini.
Semoga makalah ini dapat memberikan wawasan yang
lebih luas kepada pembaca. Apabila dalam penyusunan banyak terjadi kekurangan,
oleh karena itu kritik dan saran penulis harapkan demi perbaikan Dengan
demikian penulis mengucapkan terima kasih.
Wassalamuálaikum wr.wb
Bekasi ,28 des 2019
BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Di era globalisasi seperti pada saat ini,
perkembangan teknologi sangat berpengaruh terhadap perkembangan bisnis yang
ada. Suatu bisnis tidak lagi hanya dijalankan dengan mengandalkan cara
konvensional (produksi-distribusi-penjualan) semata, karena harus ada suatu
strategi baru agar bisnis yang dijalankan mampu bersaing dengan bisnis yang
sejenis lainnya. Untuk mendukung suatu bisnis yang dijalankan, banyak sekali
teknologi yang dikembangkan seperti Sistem Informasi. Salah satu jenis sistem
informasi seperti Transactional Processing System (TPS), sangat berperan besar
dalam menjalankan bisnis dari yang paling sederhana sampai yang kompleks,
bahkan secara langsung dapat mendukung kelancaran jalannya bisnis
tersebut.Salah satu jenis sistem aplikasi yang sangat popular di kalangan
manajemen perusahaan adalah Decision Support System atau disingkat DSS. ).
Melalui ilustrasi di atas, dapat diketahui peran
dari TPS yang mempunyai fungsi untuk menjalankan bisnis. Jika hanya
mengandalkan TPS, maka tidak akan diketahui perkembangan bisnis yang
dijalankan, apakah meningkat atau menurun secara drastis. Kemudian yang menjadi
permasalahan yaitu bagaimana dapat mengamati setiap perkembangan bisnis yang
dijalankan atau sistem seperti apakah yang dapat meningkatkan kualitas bisnis
yang dijalankan ? Jawaban pertanyaan tersebut adalah diperlukan “Sistem
Pendukung Keputusan (Decision Support System = DSS)”.
Kenapa harus menggunakan DSS? Karena DSS merupakan
suatu sistem yang menyediakan fasilitas untuk melakukan suatu analisis sehingga
setiap proses pengambilan keputusan yang dilakukan oleh para pelaku bisnis akan
lebih berkualitas dengan melihat keadaan bisnis yang sedang berjalan dan
data-data dari luar perusahaan serta data-data privat dari pengambil keputusan.
Hal ini sesuai dengan pendapat (Raymond McLeod dan George Schell, 2004) yang
menjelaskan bahwa “DSS menyediakan informasi pemecahan masalah maupun kemampuan
komunikasi dalam memecahkan masalah semi-terstruktur. Informasi dihasilkan
dalam bentuk laporan periodik dan khusus, dan output dari model matematika dan
sistem pakar. Dalam banyak kasus, berbagai sistem informasi yang digunakan
tidak memadai untuk membuat keputusan yang spesifik guna memecahkan
permasalahan yang spesifik. Sistem pendukung keputusan sengaja dibuat sebagai
suatu cara untuk memenuhi kebutuhan ini.
Sistem informasi sangat penting untuk mendukung
proses pengambilan keputusan . Dimana system informasi mempunyai tujuan untuk
mendukung sebuah aplikasi Decision Support System (DSS) yang telah dikembangkan
pada tahun 1970.
Keefektifan dalam mengembangkan DSS diperlukan
suatu pemahaman tentang bagaimana system informasi ini dapat digunakan dalam
proses pengambilan keputusan, sehingga DSS ini dapat membantu seorang manajer
dalam meningkatkan kinerjanya dalam mengambil suatu keputusan.
DSS ini merupakan suatu sistem informasi yang
diharapkan dapat membantu manajemen dalam proses pengambilan keputusan. Hal
yang perlu ditekankan di sini adalah bahwa keberadaan DSS bukan untuk
menggantikan tugas-tugas manajer, tetapi untuk menjadi sarana penunjang (tools)
bagi mereka. DSS sebenarnya merupakan implementasi teori-teori pengambilan
keputusan yang telah diperkenalkan oleh ilmu-ilmu seperti operation research
dan management science. Hanya bedanya adalah bahwa jika dahulu untuk mencari
penyelesaian masalah yang dihadapi harus dilakukan perhitungan iterasi secara
manual (biasanya untuk mencari nilai minimum, maksimum, atau optimum), saat ini
komputer PC telah menawarkan kemampuannya untuk menyelesaikan persoalan yang
sama dalam waktu relatif singkat.
B. Rumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang di atas makalah yang
saya buat akan membahas tentang:
1. Apa yang dimaksud
dengan Decision Support System ?
2. Bagaimana
Perkembangan Decision Support System ?
3. Apa saja komponen
dari Decision Support System ?
4. Apa tujuan
Decision Support System ?
5. Apa peran Decision
Support System dalam Sistem Informasi Manajemen ?
6. Apa saja Jenis –
Jenis Decision Support System ?
7. Bagaimana cara
penggunaan informasi dari Decision Support Sytem ?
8. Apa saja kelebihan
dan kekurangan dari Decision Support System ?
9. Apa dampak
pemanfaatan dari Decision Support System ?
C. Tujuan dan Kegunaan
Dari rumusan masalah di atas dapat disimpulkan
tujuan dan kegunaan dari makalah ini adalah:
1. Untuk mengetahui
apa itu yang dimaksud dengan DSS.
2. Untuk mengetahui
bagaimana perkembangan DSS dari tahun ke tahun.
3. Untuk mengetahui
komponen yang ada di dalam DSS.
4. Untuk mengetahui
tujuan dari DSS.
5. Untuk mengetahui
peran DSS dalam Sistem Informasi Manajemen.
6. Untuk mengetahui
jenis-jenis DSS.
7. Untuk mengetahui
cara penggunaan informasi dari DSS.
8. Untuk mengetahui
kelebihan dan kekuragan dari DSS.
9. Untuk mengetahui
dampak pemanfaatan dari DSS.
BAB II
PEMBAHASAN
A. Pengertian Decision Support System
Decision Support System (DSS) merupakan salah satu produk perangkat lunak yang
dikembangkan secara khusus untuk membantu manajemen dalam proses pengambil
keputusan. Sesuai namanya, tujuan digunakannya system ini adalah sebagai
“second opinion” atau “information source” yang dapat dipakai sebagai bahan
pertimbangan sebelum seorang manajermemutuskan kebijakan tertentu.
Pendekatan yang paling sering digunakan dalam proses perancangan sebuah DSS
adalah dengan menggunakan teknik simulasi yang interaktif, sehingga selain
dapat menarik minat manajer untuk menggunakannya , diharapkan system ini dapat
merepresentasikan keadaan dunia nyata atau bisnis yang sebenasrnya. Hal yang
perlu ditekankah adalah bahwa keberadaan DSS bukan untuk menggantikan
tugas-tugas, tetapi untuk menjadi sarana penunjang (tools) bagi mereka.
DSS sebenarnya merupakan implementasi teori-teori
pengambilan keputusan yang telah diperkenalkan oleh ilmu-ilmu seperti operation
research dan management science. Hanya bedanya adalah bahwa jika dahulu untuk
mencari penyelesaian masalah yang dihadapi harus dilakukan perhitungan iterasi
secara manual (biasanya untuk mencari nilai minimum, maksimum, atau optimum),
saat ini komputer PC telah menawarkan kemampuannya untuk menyelesaikan
persoalan yang sama dalam waktu relatif singkat. Dalam kedua bidang ilmu di
atas, dikenal istilah decision modeling, decision theory, dan decision analysis
– yang pada hakekatnya adalah merepresentasikan permasalah dan manaje-men yang
dihadapi setiap hari ke dalam bentuk kuantitatif (misalnya dalam bentuk model
matematika).
Contoh-contoh klasik dari persoalan dalam bidang
ini adalah linear programming, game’s theory, transportation problem, inventory
system, decision tree, dan lain sebagainya. Dari sekian banyak problem klasik
yang kerap dijumpai dalam aktivitas bisnis perusahaan sehari-hari, sebagian dapat
dengan mudah disimulasikan dan diselesaikan dengan menggunakan formula atau
rumus-rumus sederhana. Tetapi banyak pula masalahan yang ada sangat rumit
sehingga membutuhkan kecanggihan komputer. Sprague dan Carlson mendefinisikan
DSS dengan cukup baik, sebagai sistem yang memiliki lima karakteristik utama
(Sprague et.al., 1993):
1. Sistem yang berbasis komputer.
2. Dipergunakan untuk membantu para pengambil
keputusan
3. Untuk memecahkan masalah-masalah rumit yang
“mustahil” dilakukan dengan kalkulasi manual.
4. Melalui cara simulasi yang interaktif.
5. Dimana data dan model analisis sebagai komponen
utama.
Adapun Prinsip Dasar DSS adalah sebagai berikut :
1) Struktur MasalahSulit utk menemukan masalah yg
sepenuhnya terstruktur atau tak terstruktur - area kelabu Simon. Ini berarti
DSS diarahkan pada area tempat sebagai besar masalah berada.
2) Dukungan Keputusan DSS tidak dimaksudkan untuk
menggantikan manajer. Komputer dapat diterapkan pada bagian masalah yg
terstruktur, tetapi manajer bertanggung jawab atas bagian yang tidak
terstruktur.
3) Efektivitas Keputusan waktu manajer berharga dan
tidak boleh terbuang, tetapi manfaat utama menggunakan DSS adalah keputusan yg
baik
B. Perkembangan Decision Support System
Secara umum, sistem informasi merupakan suatu
kumpulan dan komponen-komponen dalam perusahaan atau organisasi yang
berhubungan dengan proses penciptaan dan pengaliran informasi. Jogiyanto (2001)
menyatakan bahwa sistem informasi adalah sekumpulan hardware, software,
brainware, prosedur dan atau aturan yang diorganisasikan untuk mengolah data
menjadi informasi yang bermanfaat guna memecahkan masalah dan pengambilan
keputusan. Sebuah sistem informasi merupakan suatu kumpulan atau seperangkat
komponen yang berhubungan dan mendukung fungsi pengumpulan, pengolahan,
penyimpanan, dan pendistribusian informasi. Hasil dari proses tersebut
digunakan pihak manajemen sebagai suatu dasar dalam pembuatan keputusan
organisasi. Selain itu, sistem informasi yang baik juga dapat membantu dalam
hal analisis dan visualisasi masalah dalam penciptaan produk baru.
DSS yang saat ini populer untuk digunakan adalah
yang berbasis tabel atau spreadsheets, karena para manajer sudah terbiasa
membaca data dengan cara tersebut. Tabel inilah yang menjadi media manajer
dalam “mengkutak-katik” (mengganti atau merubah) variabel yang ada, di mana
hasilnya akan ditampilkan dalam format grafik yang telah dijelaskan sebelumnya.
Untuk keperluan ini, biasanya sebuah stand-alone PC sudah cukup untuk
mengimplementasikannya. Sejalan dengan perkembangan teknologi informasi, telah
banyak ditawarkan aplikasi DSS yang bekerja dalam infrastruktur jaringan (LAN,
WAN, Intranet, Internet, dsb.). Beberapa manajer pengambil keputusan
dihubungkan satu dengan lainnya melalui jaringan komputer, sehingga dapat
saling mempertukarkan data dan informasi untuk keperluan pengambilan keputusan.
Bahkan sudah ada DSS yang diperlengkapi dengan expert system (dibuat berdasarkan
teori kecerdasan buatan = artifial intelligence), sehingga keputusan bisnis
secara langsung dapat dilakukan oleh komputer, tanpa campur tangan manusia.
C. Komponen Decision Support System
Secara garis besar DSS dibangun oleh tiga komponen
besar:
1. Database
2. Model Base
3. Software
System
Sistem database berisi kumpulan dari semua data
bisnis yang dimiliki perusahaan, baik yang berasal dari transaksi sehari-hari,
maupun data dasar (master file). Untuk keperluan DSS, diperlukan data yang
relevan dengan permasalahan yang hendak dipecahkan melalui simulasi. Komponen
kedua adalah Model Base atau suatu model yang merepresentasikan permasalahan ke
dalam format kuantitatif (model matematika sebagai contohnya) sebagai dasar
simulasi atau pengambilan keputusan, termasuk di dalamnya tujuan dari
permasalahan (obyektif), komponen-komponen terkait, batasan-batasan yang ada
(constraints), dan hal-hal terkait lainnya.
Kedua komponen tersebut untuk selanjutnya disatukan
dalam komponen ketiga (software system), setelah sebelumnya direpresentasikan
dalam bentuk model yang “dimengerti” komputer.
Contohnya adalah penggunaan teknik RDBMS
(Relational Database Management System), OODBMS (Object Oriented Database
Management System) untuk memodelkan struktur data. Sedangkan MBMS (Model Base
Management System) dipergunakan untuk mere-presentasikan masalah yang ingin
dicari pemecahannya. Entiti lain yang terdapat pada produk DSS baru adalah DGMS
(Dialog Generation and Management System), yang merupakan suatu sistem untuk
memungkinkan terjadinya “dialog” interaktif antara computer dan manusia (user)
sebagai pengambil keputusan.
D. Tujuan Decision Support System
Perintis DSS yang lain Peter G. W. Keen,
bekerjasama dengan Scott Morton mendefinisikan tiga tujuan yang harus dicapai
DSS. Tujuan-tujuan ini berhubungandengan tiga prinsip dasar dari konsep DSS –
struktur masalah, dukungan keputusan, dan efektivitas keputusan. Mereka percaya
bahwa DSS harus:
1. Membantu manajer membuat keputusan untuk
memecahkan masalah semi terstruktur.
2. Mendukung keputusan manajer, dan bukannya
mengubah atau mengganti keputusan tersebut
3. Meningkatkan efektivitas menajer dalam pembuatan
keputusan, dan bukannya peningkatan efisiensi.
Decision Support System tidak dimaksudkan untuk
menggantikan manajer. Komputer dapat diterapkan pada bagian masalah yang
terstruktur, tetapi manajer bertanggung jawab atas bagian yang tak terstruktur
– menerapkan penilaian atau intuisi, dan melakukan analisis.
Manajer dan komputer bekerjasama sebagai tim
pemecahan masalah dalam memecahkan masalah yang berbeda di area semi
terstruktur yang luas.
Tujuan dari DSS bukanlah untuk membuat proses
pengambilan keputusan seefisien mungkin. Waktu manajer berharga dan tidak boleh
terbuang, tetapi manfaat utama menggunakan DSS adalah keputusan yang lebih
baik. Ketika membuat keputusan, manajer tidak selalu mencoba yang terbaik.
Sejumlah model matematika akan melakukannya untuk manajer. Namun, dalam banyak
kasus manajerlah yang harus memutuskan alternatif mana yang terbaik. Manajer
mungkin saja menghabiskan waktu ekstra untuk memperluas solusi sehingga
mencapai optimum, tetapi ketelitian yang meningkat senilai dengan waktu dan
usaha yang telah dikeluarkan. Manajer menggunakan pertimbangan dalam menentukan
kapan suatu keputusan akan berkontribusi pada suatu solusi masalah.
E. Peran Decision Support System dalam SIM
Decision Support System banyak diterapkan di
organisasi-organisasi yang sudah mapan. Banyak cara yang digunakan untuk
menerapkan DSS guna membantu mempertajam proses pengambilan keputusan.
Kapabilitas yang melekat pada DSS sangat membantu organisasi-organisasi yang
menggunakannya untuk memungkinkan terciptanya koordinasi proses kegiatan baik
internal maupun eksternal dengan cara yang lebih akurat. Beberapa alasan DSS
digunakan dalam suatu perusahaan:
1. Perusahaan beroperasi pada ekonomi yang tidak
stabil.
2. Perusahaan dihadapkan pada kompetisi dalam dan
luar negeri yang meningkat.
3. Perusahaan menghadapi peningkatan kesulitan
dalam hal melacak jumlah operasi-operasi bisnis.
4. Sistem komputer perusahaan tidak mendukung
peningkatan tujuan perusahaan dalam hal efisiensi, profitabilitas dan mencari
jalan masuk di yang benar-benar menguntungkan.
Penggunaan DSS dimaksudkan untuk membantu manajer
tingkat tinggi dan menengah dalam mengambil keputusan yang bukan merupakan
operasi rutin. DSS mampu melakukan penyerapan informasi dari basis data,
rekonfigurasi data, kalkulasi, analisis statistik, optimasi, analisis statistik
nonprobabilistik (what if analysis), dan why analysis yang dilakukan melalui
program Artificial Intelegent. Oleh karena itu, penggunaan DSS ini dengan tepat
akan meningkatkan efektivitas keputusan yang dibuat manajer dan mendorong
efisiensi dari proses pembuatan keputusan tersebut. Jadi, DSS akan dapat
menciptakan suatu dimensi dukungan bagi pengambilan suatu keputusan baik yang
bersifat taktik maupun strategik.
Dukungan informasi kepada manajer diberikan melalui
pengumpulan data dan penerbitan laporan. Dari sisi input, data non rutin dan
transaksional sebagian besar diperoleh dari sumber-sumber luar.
Di sisi output, laporan khusus dan laporan rutin
dapat disediakan tepat pada waktunya. Jadi, seorang manajer atau decision maker
lainnya yang menggunakan DSS akan memperoleh laporan dari sistem laporan yang
relevan, seperti contohnya laporan profitabilitas. Namun mereka juga dapat
meminta laporan khusus dari DSS ini melalui terminal atau microkomputer.
Selanjutnya seorang manajer yang menggunakan DSS
dapat menggunakan model-model untuk eksperimen secara interaktif dengan data
yang relevan, misalnya dengan mengubah nilai dari faktor-faktor tertentu dan
mengamati hasil-hasilnya. DSS memungkinkan manajer untuk memperoleh berbagai
perspektif mengenai situasi masalah rumit dan melaksanakan interaksi dari
faktor-faktor yang signifikan. Seorang manajer dengan demikian dapat menemukan
dan mengevaluasi dengan cara yang lebih baik terhadap pilihan keputusan
alternatif (Wilkinson et al., 2000).
DSS berperan penting bagi manajer dalam membantu
dalam meningkatkan efektivitas proses pengambilan keputusan. DSS dirancang
dengan menekankan pada aspek fleksibilitas serta kemampuan adaptasi yang
tinggi, sehingga mudah disesuaikan dengan kebutuhan pemakai.
Komputer saat ini merupakan salah satu business
partner yang paling dekat dengan fungsi marketing dan menjadi bagian integral
fungsi tersebut. Dalam beberapa tahun terakhir, perusahaan telah melakukan
puluhan miliar dolar dalam menerapkan sistem software manajemen hubungan
pelanggan, seperti untuk memfasilitasi keputusan terkait sumber daya di bidang
pemasaran. Apabila pengambilan keputusan tersebut tidak dilakukan secara
hati-hati, maka sistem pengambilan keputusan individu dan organisasi tidak
dapat dimanfaatkan secara optimal. Situasi ini menyebabkan banyaknya peluang
untuk penelitian mengenai kegunaan DSS di suatu perusahaan.
F. Jenis – Jenis Decision Support
System
Aplikasi DSS yang ditawarkan di pasar sangat
beraneka ragam, dari yang paling sederhana (quick-hit DSS) sampai dengan yang
sangat kompleks (institutional DSS). “Quick-Hit DSS” biasanya ditujukan untuk
para manajer yang baru belajar menggunakan DSS (sebagai pengembangan setelah
jenis pelaporan yang disediakan oleh MIS = Management Information System, satu
level sistem di bawah DSS). Biasanya masalah yang dihadapi cukup sederhana
(simple) dan dibutuhkan dengan segera penyelesaiannya. Misalnya untuk kebutuhan
pelaporan (report) atau pencarian informasi (query). Sistem yang sama biasa
pula dipergunakan untuk melakukan analisa sederhana. Contohnya adalah melihat
dampak yang terjadi pada sebuah formulasi, apabila variabel-variabel atau
parameter-parameternya diubah. Di dalam perusahaan, DSS jenis ini biasanya
diimplementasikan dalam sebuah fungsi organisasi yang dapat berdiri sendiri
(berdasarkan data yang dimiliki fungsi organisasi tersebut). Misalnya adalah
DSS untuk menyusun anggaran tahunan, DSS untuk melakukan kenaikan gaji
karyawan, DSS untuk menentukan besanya jam lembur karyawan, dan lain
sebagainya.
Usaha berikutnya dalam mendefinisikan konsep DSS
dilakukan oleh Steven L. Alter. Alter melakukan study terhadap 56 sistem
penunjang keputusan yang digunakan pada waktu itu, study tersebut memberikan
pengetahuan dalam mengidentifikasi enam jenis DSS, yaitu :
•
Retrive information element (memanggil eleman informasi)
•
Analyze entries fles (menganali semua file)
•
Prepare reports form multiple files (laporan standart dari beberapa files)
•
Estimate decisions qonsquences (meramalkan akibat dari keputusan)
•
Propose decision (menawarkan keputusan )
•
Make decisions (membuat keputusan)
Jenis-jenis DSS menurut tingkat kerumitan dan
tingkat dukungan pemecahan masalahnya adalah sebagai berikut:
1. Mengambil
elemen-elemen informasi.
2. Menganalisis
seluruh file.
3. Memperkirakan
akibat keputusan
4. Menyiapkan
laporan dari berbagai file.
5. Mengusulkan
keputusan.
6. Membuat
Keputusan.
Adapun fokus utama konsep DSS adalah komputer harus
digunakan untuk mendukung manajer tertentu membuat keputusan tertentu untuk
memecahkan masalah tertentu. Model DSS terdiri dari:
1. Model
matematika.
2. Database
3. Perangkat
Lunak
Yang melukiskan beberapa komponen yang mendukung
DSS, seperti: Hardware, Software, Data, Model, dan Interaktif para
pemakainya.Menurut Herbert A. Simon keputusan berada pada suatu rangkaian
kesatuan, dengan keputusan terprogram pada satu ujungnya dan keputusan tak
terprogram pada ujung lainnya.
1) Keputusan Terprogram, bersifat berulang dan
rutin sedemikian sehingga suatu prosedur pasti telah dibuat untuk menanganinya
sehingga keputusan tersebut tidak perlu diperlakukan de novo (sebagai sesuatu
yg baru) tiap kali terjadi.
2) Keputusan Tidak Terprogram, bersifat baru, tidak
terstruktur, dan jarang konsekuen. Tidak ada metode yg pasti utk menangani masalah
ini belum pernah ada sebelumnya, atau karena sifat dan struktur persisnya tak
terlihat atau rumit, atau karena begitu pentingnya sehingga memerlukan
perlakuan yang sangat khusus.
G. Kelebihan dan Kekurangan Decision Support
System
Decision Support System (DSS) dapat memberikan beberapa keuntungan- keuntungan
bagi pemakainya. Menurut Turban (1995: 87) maupun McLeod (1995: 103)
keuntungan-keuntungan tersebut meliputi:
1. Memperluas
kemampuan pengambil keputusan dalam memproses data/informasi untuk pengambilan
keputusan.
2. Menghemat
waktu yang dibutuhkan untuk memecahkan masalah, terutama berbagai masalah yang
sangat kompleks dan tidak terstruktur.
3. Mampu
memberikan berbagai alternatif dalam pengambilan keputusan, meskipun seandainya
DSS tidak mampu memecahkan masalah yang dihadapi oleh pengambil keputusan,
namun dapat digunakan sebagai stimulan dalam memahami persoalan.
4. Memperkuat
keyakinan pengambil keputusan terhadap keputusan yang diambilnya.
5. Memberikan
keuntungan kompetitif bagi organisasi secara keseluruhan dengan penghematan
waktu, tenaga dan biaya.
Selain memiliki banyak keuntungan atau manfaat, decision support system juga
memiliki beberapa kelemahan antara lain :
1. Sulit dalam
memodelkan sistem bisnis
2. Mungkin akan
menghasilkan suatu model bisnis yang tidak dapat menangkap semua pengaruh pada
entity.
3. Dibutuhkan
kemampuan matematika yang tinggi untuk mengembangkan suatu model yang lebih
kompleks.
H. Dampak Pemanfaatan Decision Support System
Dampak dari pemanfaatan Decision Support System
(DSS) antara lain:
1) Masalah-masalah semi struktur dapat dipecahkan.
2) Problem yang kompleks dapat diselesaikan.
3) Sistem dapat berinteraksi dengan pemakainya.
4) Dibandingkan dengan pengambilan keputusan secara
intuisi, pengambilan keputusan dengan DSS dinilai lebih cepat dan hasilnya
lebih baik.
5) Menghasilkan acuan data untuk menyelesaikan
masalah yang dihadapi oleh manajer yang kurang berpengalaman.
6) Untuk masalah yang berulang, DSS dapat memberi keputusan
yang lebih efektif.
7) Fasilitas untuk mengambil data, dapat memberikan
kesempatan bagi beberapa manajer untuk berkomunikasi dengan lebih baik.
8)
Meningkatkan produktivitas dan kontrol dari manajer
BAB III
PENUTUP
A. Kesimpulan
Dari uraian di atas mengenai DSS, maka dapat
ditarik beberapa kesimpulan sebagai berikut:
1. Sistem ini
memberikan dukungan bagi pengambil keputusan, terutama dalam situasi
semi-terstruktur atau tidak-terstruktur.
2. Sistem ini
memberikan dukungan untuk berbagai tingkatan manajemen, mulai dari tingkat
manajemen puncak hingga ke tingkat manajemen yang paling bawah dan para pegawai
lainnya.
3. Decision
Support System memberikan dukungan untuk beragam tipe dan proses pengambilan keputusan
yang harus dilakukan.
4. Decision
Support System dapat beradaptasi terhadap waktu dan fleksibel pengguna dapat
menambah, menghapus, mengkombinasikan, mengubah, atau menata kembali
elemen-elemen dasar.
5. Tampilan
Decision Support System akrab dengan pengguna, memiliki kapabilitas yang besar,
dan dirancang agar dapat interaktif sehingga mudah untuk digunakan.
6. Decision
Support System mampu untuk meningkatkan efektivitas pengambilan keputusan
dengan fokus pada keakuratan, ketepatan waktu, dan kualitas hasil, serta
mengefisiensikan biaya dalam proses pengambilan keputusan.
7. Pengambil
keputusan memiliki kendali yang lengkap atas seluruh langkah proses pengambilan
keputusan dalam pemecahan masalah.
DAFTAR PUSTAKA
https://intanps89.wordpress.com/tag/decision-support-system-dss/
http://gaptex.com/pengertian-dss-dalam-sistem-informasi/
http://fajarilhamsyah06111137.blogspot.co.id/2008/06/pengertian-dss-decision-support-system.html
http://simstekpi06111043.blogspot.co.id/2009/02/pengertian-decision-support-system.html
http://haryo50e.blogstudent.mb.ipb.ac.id/2014/11/24/pemanfaatan-decision-support-system-dss-sebagai-market-basket-analysis-studi-kasus-pada-pt-coca-cola-amatil-indonesia/

Komentar
Posting Komentar